<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2431">
 <titleInfo>
  <title>MENUAI FADHILAH DUNIA, MENUAI BERKAH AKHIRAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Umar, Nasaruddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Quanta (PT. Elex Media Komputindo)</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>285 hlm; 13 x 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Non Serial. Hanya 1 (satu) jilid</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Dalam hidup sering kita jumpai dua wajah yang berhadap-hadapan; suka dan duka, bahagia dan sedihkaya dan miskin, besar dan kecil. Kesemuanya adalah warna kehidupan yang menjadikan dunia semakin indah untuk dijalani. Ketika kemiskinan menimpa manusia, maka akan muncul daya juang dalam diri untuk menghilangkannya. Atau ketika rasa sedih menghampiri, maka jiwa akan berjuang meraih kebahagiaan. Dengan semua inilah maka kehidupan kita semakin bervariasi, karena memang manusia tidak bisa hidup dalam satu bentuk nasib saja. &#13;
&#13;
Sikap bijak dalam menyikapi kehidupan banyak dipengaruhi oleh kondisi jiwa yang seimbang dalam memandang dunia dan akhirat secara bersamaan. Artinya, kecenderungan jiwa terhadap salah satunya menyebabkan munculnya sikap yang kurang bijak dalam menyikapi hidup ini. Sikap yang bijak tentu saja tidak lahir dengan sendirinya. Dibutuhkan latihan dan kesabaran untuk membangunnya. &#13;
&#13;
Dalam diri manusia terdapat dua unsur yang membentuk karakter dan kejiwaan seseorang, yaitu: Fisik dan Ruh. Manusia dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik dan ruhiyahnya. Hanya saja kebanyakan manusia lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan fisiknya semata, sehingga melalaikan kebutuhan ruhiyahnya yang justru lebih penting sehingga akan menjadi penyakit hati yang akan mengganggu kebahagiaan batin dan fisiknya dan, tentu saja menjauhkannya dari Allah Swt. &#13;
&#13;
Buku ini menjadi sangat penting untuk dibaca sebagai bahan renungan dan pencerahan diharapkan para pembaca dapat lebih bijaksana dan berlaku adil dalam menilai dan menghadapi realita kehidupan yang fana ini.&#13;
</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<classification>T A S A W U F</classification>
<identifier type="isbn">9786020237886</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
 <shelfLocator>2x5.3.557/A.19 /Uma M</shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
 <slims:digital_item id="166" url="" path="/Menuai Fadhillah0001.pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
</slims:digitals>
<slims:image>MENUAI_FADHILLAH0001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>2431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-06 14:13:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-09 12:31:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>