Detail Cantuman
Advanced SearchText
JAGAD DIRI
Dan (demi) jiwa dan penyempurnaan (penciptaan)-Nya.Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya. " (QS. asy-Syams:7 -10)
Tazkiyat an-nafs (penyucian jiwa) merupakan dambaan yang dicita-citakan oleh setiap pribadi yang hatinya telah diterangi oleh cahaya makrifat dan iman. Setiap orang yang telah memahami urgensi tazkiyat an-nafs serta meyakini bahwa keberhasilan dan kesuksesan yang sesungguhnya tak akan mudah untuk diraih melainkan dengan penyucian jiwa, pasti akan mengerahkan semua daya dan upaya untuk meraihnya. Akan tetapi, manusia tidak bisa menyadari realitas ini karena hati mereka sudah dilalaikan oleh segala urusan duniawi. Dan, kalaupun seseorang telah tersadarkan, masih ada pula hal-hal yang dapat menghalangi si muntabih (seorang yang telah tersadarkan) untuk menggerakkan iradah (kemauan)-nya, dan memalingkan si murid (orang yang berkemauan dan bertekad untuk melakukan tazkiyat an-nafs) untuk bersegera memulai perjalanan ruhani (suluk)
Ketersediaan
| DBNA-859 | 2x5.3.628/A.19/PI/Yaz J | My Library (A.19) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Non Serial
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x5.3.628/A.19/PI/Yaz J
|
| Penerbit | Al-Huda : Jakarta., 2006 |
| Deskripsi Fisik |
178 hlm; 13,5 cm x 20,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9793515627
|
| Klasifikasi |
2x5.3
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Januari 2006/Dzulhijah 1426
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






