Detail Cantuman
Advanced SearchText
KONSTRUKSI METODOLOGI PENAFSIRAN KARYA-KARYA WAHBAH MUSTAFA AL-ZUHAILI
Hal yang urgen difahami dalam buku ini paling tidak ada beberapa aspek, pertama ketiga karya tafsir Wahbah untuk memenuhi kebutuhan pembacanya sesuai objek kemampuan intelektual masyarakatnya, misalnya kitab al-Tafsir al-Munir, dikhususkan kepada yang ingin menjadi profesional di bidang tafsir, sementara al-Tafsir al-Wajiz segmennya masyarakat umum sehingga sangat singkat dan al-Tafslr al-Wasit dikhususkan bagi yang memiliki cakrawala pemikiran menengah. ketiga tafsir tersebut menepis slogan bahwa tafsir klasik tidak dapat memberikan solusi masalah masalah kontemporer padahal dengan sinergi antar penafsiran klasik berdasarkan penafsiran al-Ma'sur dalam sunnah Nabi dan perkataan-perkataan al-Salaf aI-Saleh dan penafsiran kontemporer melalui pendapat ulama yang mu'tabar rasional al-Ma'qul, akan membuka cakrawala pemahaman secara komprehensif terhadap sebuah karya karya tafsir.
Kedua, buku ini mengkonstruksi metodologi penafsiran Wahbah, dengan menjelaskan bahwa ketiga tafsir tafsir karya Wahbah bentuknya tafsir aL-Ma'sur dan al-Ma'qul, yang cenderung pada aliran ahl al-Sunnah. Adapun metode yang digunakan dalam al-Tafslr al-Munir adalah tahlili/analisis dan al-Tafsir al-Wajiz dan al-Tafsir alWasit keduanya menggunakan metode Ijmali/global dan corak al-Tafsir al-Munir lebih kepada fikih dan al-Tafsir al-Wasit bercorak dakwah atau nasehat, dan tafsir al-Wajiz tidak bercorak, adapun sumber-sumber ketiga tafsir ayat al-Qur'an dengan al-Qur'an, tafsir sahabat, tafsir Tabiin, dan sedikit pendapat ulama kontemporer khsusunya dalam sain dan terknologi.
Buku ini menjelaskan bahwa karya penafsiran-penafsiran Wahbah tidak cukup difahami satu karyanya saja, tapi harus mensinergikan semua karyanya khususnya dalam kajian pemahaman tafsir dan metodologinya untuk mendapatkan informasi yang utuh ketiga tafsirnya.
Harapan penulis agar ulama menjadikan karya-karya tafsir Wahbah sebagai bahan rujukan utama dalam menyampaikan isi kandungan al-Qur'an dalam membentuk karakter masyarakat yang ada di era sekarang ini, itu yang pertama. Yang kedua intitusi pendidikan negeri dan swasta dapat menjadikan ketiga tafsir Wahbah sebagai referensi utama dalam membuat kurikulum khususnya mata kuliah atau pembelajaran yang berkaitan dengan keagamaan dalam rangka menghindari kekeliruan pemahaman keagamaan yang dapat berakibat pada fanatisme mazhab, radikalisme dan lainnya.
Ketersediaan
| DBNA-883 | 2x1.6.883/D.14/Mah K | My Library (D.14) | Tersedia |
| DBNA-884 | 2x1.6.883/D.14/Mah K | My Library (D.14) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Non Serial
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1.6.883/D.14/Mah K
|
| Penerbit | Diandra Kreatif : YOGYAKARTA., Juli 2018 |
| Deskripsi Fisik |
XVI + 360 hlm; 17,5 x 25 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786023367436
|
| Klasifikasi |
2x1.6
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet.2 Desember 2018
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| PENGANTAR ILMU TAFSIR | 2006 | id |
| REKONSTRUKSI ILMU TAFSIR | 2000 | id |






