Detail Cantuman
Advanced SearchText
TAFSIR AL-QURAN & KEKUASAAN DI INDONESIA: Peneguhan, Kontestasi, dan Pertarungan Wacana
Di masa rezim OrdeBaru, politikkekuasaan dibangun dengan rnenunda demokrasi sebagai cara menjaga stabilitas politik dan status quo.
Ekonomi dijadikan panglima. Suara kritis dibungkam. Militerisme dijadikan penjaga pembangunan. Dan penyeragaman dipilih atas nama kerukunan. Di tengah situasi politik semacam itu, beragam tafsir Al-Qur'an ditulis oleh ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia. Tafsir-tafsir tersebut tidak hanya sebagai praktik menyelami pesan Tuhan, tetapi juga memperbincangkan dan mengkontestasikan masalah sosial, ekonomi, politik, dan agama yang terjadi di tengah kekuasaan rezim Orde Baru.
Dalam buku ini, masalah korupsi, kolusi, militerisme, Porkas, ketegangan antar umat beragama, asas tunggal Pancasila, hingga pelanggaran HAM yang terjadi di era rezim Orde Baru didedah, diperbincangkan, dan dikontestasikan secara kritis dan terbuka. Buku ini berhasil menunjukkan tentang isu-isu sosial politik di era rezim Orde Baru diperbincangkan dalam tafsir Al-Qur'an secara terbuka. Di tangan ulama dan intelektual Muslim Indonesia, tafsir Al-Qur'an menjadi arena peneguhan kontestasi, dan pertarungan wacana atas praktik politik kekuasaan. Secara paradigmatik, buku ini berhasil mengungkapkan bahwa tafsir Al-Qur'an tidak sekadar bersifat abstrak dan trans-historis, tetapi juga riil, historis. serta bergerak secara kritis: melakukan transformasi kesadaran, membuka tirai pembungkaman, dan melawan hegemoni wacana yang kontra kebenaran dan keadilan.
"Sebagai kitab suci, ai-Qur'an tidak hanya diperuntukkan bagi generasi awal lslam, Salaf Shalih, dan Muslim Arab, serta dipahami sebagaimana mereka memahaminya. Banyak hal yang tak terpikirkan pada ruang-masa tertentu dapat terungkap pada ruang-masa yang lain. Manusia dari berbagai latar budaya dan generasi mencoba memahaminya sesuai konteks mereka, di antaranya ulama dan mufassir Indonesia, dan selalu saja mereka mendapatkan pemahaman- pemahaman baru dan segar, atau setidaknya tidak selalu sama dengan pemahaman sebelumnya. Kekayaan dan dinamika pemahaman ai-Qur'an yang terekam dalam literatur- literatur tafsir ai-Qur'an di Indonesia, terutama persentuhannya dengan kekuasaan, dikaji secara mendalam dan komprehensif oleh Islah Gusmian dalam bukunya ini. Saya yakin, buku ini akan segera menjadi rujukan utama yang wajib dibaca oleh siapa pun yang ingin mengkaji tafsir al-Qur'an di Indonesia."
Moch Nur Ichwan, PhD
Ketersediaan
| DBNA-898 | 2x1.6.898/I.2/Gus T | My Library (I.2) | Tersedia |
| DBNA-899 | 2x1.6.899/I.2/Gus T | My Library (I.2) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Non Serial . Hanya 1 (satu) jilid.
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1.6.899/I.2/Gus T
|
| Penerbit | Yayasan Salwa Dewa : YOGYAKARTA., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
XVIII + 402 hlm; 15 cm x 24 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9786239026820
|
| Klasifikasi |
2x1.6
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama Maret 2019
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






