Image of TERAS TERLARANG –Kisah Masa Kecil Seorang Feminis Muslim

Text

TERAS TERLARANG –Kisah Masa Kecil Seorang Feminis Muslim



Hubungan antara pria dan wanita selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan, baik dalam informalitas keseharian maupun dalam wacana-wacana yang lebih serius dan bahkan ilmiah. Tak terkecuali dalam Islam, hubungan kedua makhluk berlainan jenis kelamin dan gender ini tak jarang memicu timbulnya perdebatan yang lebih tajam. Bukan hanya berkaitan dengan peran-peran yang "seharusnya" dimainkan oleh masing-masing gender, tetapi juga menyangkut posisi yang "layak" bagi masing-rnasing pihak.
Sampai saat ini, relasi gender terus menjadi isu yang keaktualannya tak pernah lekang. Bahkan, mungkin, tak berlebihan jika dikatakan bahwa posisi gender-terutama di sini kita bicara soal gender feminin-adalah obsesi yang terus tersembunyi dalam benak seorang Muslim: di mana seharusnya seorang perempuan berada?


Meski mengalami pengungkungan yang ketat, nyatanya, seperti diketahui kemudian, Fatima Mernissi tumbuh menjadi seoranq- cendekiawan muslim yang karya-karyanya mempengaruhi banyak orang. Terutama mereka yang berminat pada kajian feminisme Islam. Maka adalah menarik untuk menyibak bagaimana benih-benih kritisisme itu muncul di alam dirinya.
Membaca buku ini kita akan tahu bahwa peran beberapa perempuan yang ada di dekatnya cukup besar mempengaruhi tumbuhnya semangat pemberontakan di dalam dirinya kelak di kemudian hari.

Nurul Agustina
Peneliti Gerakan Feminisme Islam di Indonesia


Ketersediaan

DBNA-9472X6.5.947/I.1/ Mer TMy Library (J.2)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
Non Serial
No. Panggil
2x6.5.947/I.1/Mer T
Penerbit Mizan : BANDUNG.,
Deskripsi Fisik
XV + 271 HLM; 15 X 20,5 CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9794332348
Klasifikasi
2x6.5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan I, Rajab 1420/November 1999
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this