Detail Cantuman
Advanced SearchText
MERENGKUH MAKRIFAT – MENUJU EKSTASE SPIRITUAL
Bara salik (penempuh jalan spiritual) seperti sufi selalu berusaha keras untuk mendekatkan diri kepada Tuhan bukan karena ingin surga dan takut neraka, tetapi guna meraih ekstase spiritual, yang dalam tasawuf disebut wajd.
Kondisi ekstatis itu ditandai dengan keadaan sukr (mabuk spiritual) dan keluarnya syatahat (ucapan ekstatis yang biasanya dianggap aneh, seperti menyebut dirinya Tuhan. Kondisi ekstatis dan sukr membuktikan bahwa kehidupan salik tidaklah menderita, karena kehidupan ekonominya yang kadang-kadang miskin.
Kalau ada salik hidup miskin itu karena sengaja meninggalkan kekayaan lahiriah untuk konsentrasi mencari kekayaan batiniah. Kondisi batin inilah yang membuat mereka sangat bahagia. Ini sekaligus membuktikan bahwa salik selalu menyibukkan diri dengan ibadah, amal saleh, menjauhi keburukan, dan melakukan zikir secara terus menerus, karena ingin berada sedekat mungkin dengan Tuhan.
Kedekatan dengan Tuhan menimbulkan kenikmatan spiritual yang luar biasa, yang biasa disebut ekstase spiritual. Hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa kebahagiaan yang sejati bukan pada kehidupan lahiriah, seperti uang yang bertumpuk atau jabatan yang tinggi, tetapi terletak pada kondisi batin yang sangat tenang berkat kedekatan dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan mengantarkan orang kepada makrifat.
Ketersediaan
| DBNA-990 | 2x5.3.001/A.20/ Teb M | My Library (A.20) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
Non Serial (hanya satu jilid)
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x5.3.001/A.20/ Teb M
|
| Penerbit | Pustaka irVan : Ciputat., 2006 |
| Deskripsi Fisik |
XVII +191; 13 X 19 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9792544410
|
| Klasifikasi |
2x5.3
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama Mei 2006
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






