<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3674">
 <titleInfo>
  <title>AFORISME AL-QURAN DAN HERMENEUTIKA TERBUKA IBN ATA’ ALLAH ATAS AYAT-AYAT KEHENDAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JURNAL STUDI ILMU-LMU ALQURAN DAN HADIS | | Saifullah, Muhammad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">YOGYAKARTA</placeTerm>
   <publisher>UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Artikel ini mencoba untuk memberikan penjelasan bagaimana Ibn ‘Ata‘ Allah memahami al-Qur’an dalam karyanya yang terkenal, al-Hikam. Kitab ini tidak hanya populer, akan tetapi menjadi bahan rujukan dan diskusi oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia. Kitab ini memuat rujukan utama umat Islam yakni, al-Qur’an, Hadis, dan beberapa praktik yang dilakukan Nabi. Atas dasar ini, al-Hikam dipilih sebagai objek penelitian.&#13;
&#13;
Sebagai sampel, penelitian ini memfokuskan pada interpretasi Ibn ‘Ata‘ Allah atas ayat kehendak. Ibn ‘Ata‘ Allah, sejauh pengamatan peneliti, memiliki konsep yang mendalam berhubungan dengan kehendak. Terkadang, ia menempatkannya sebagai sesuatu yang bebas dimiliki oleh manusia, kadang-kadang sebaliknya. Dengan konsepsi itu, Ibn ‘Ata‘ Allah menginginkan sosok ideal seperti superman—untuk meminjam ungkapan Nietzsche. Manusia super yang lebih suka hidup dalam lingkungan yang gelap daripada kenyamanan, yang mampu merefleksikan masalah sulitnya dan kemudian menyelesaikannya dengan baik. &#13;
&#13;
Artikel ini dengan demikian menarik untuk melihat lebih jauh bagaimana Ibn ‘Ata‘ Allah menerapkan model hermeneutika, khususnya ketika menyusun al-Hikam. Siapa khalayak sasarannya dan bagaimana ia melaksanakan kegiatan sehari-hari. &#13;
&#13;
Artikel ini berkesimpulan bahwa metode Ibn ‘Ata‘ dalam menginterpretasi kandungan al-Qur’an dapat diklasifikasikan sebagai berikut; pertama, apa yang disebut sebagai abstraksi kreatif dan upaya untuk menemukan kembali mode al-Quran atau reinvention of the Quranic mode.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Ulumul Quran</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ULUMUL HADIS</topic>
 </subject>
 <classification>2x16.2.1Jun</classification>
 <identifier type="isbn">14116855</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1491" url="http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/alquran/article/view/1899" path="/1899-4529-1-PB.pdf" mimetype="application/pdf">artikel PDF</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>studi_alquran_dan_hadis.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3674</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-04-22 08:30:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-05 22:55:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>