Detail Cantuman
Advanced SearchArtikel Jurnal
HERMENEUTIKA TAFSĪR MAUḌŪ’Ī
Upaya-upaya penafsiran al-Quran tentu saja selalu dilakukan dalam rangka menggapai hasil penafsiran yang paling mirip dengan yang diinginkan oleh Yang Menurunkan al-Quran sekaligus sesuai dengan perkembangan dinamika kemampuan manusia dalam menafsirkan al-Quran itu sendiri. Untuk sampai ke sana, penafsir kadang terjebak dalam subjektivitasnya hingga terlalu dalam mengintervensi makna al-Quran menurut keinginannya. Di sisi lain, penafsir kadang pula terlalu objektif hingga tafsir yang dihasilkan terasa tidak mengalami perkembangan berarti dari masa ke masa. Tampaknya problem ini bisa diselesaikan oleh tafsIr maudhui. Langkah paling mendasar dari tafsir maudhui yang membedakannya dengan cara penafsiran yang lain adalah penentuan tema dan pengumpulan semua ayat yang memiliki tema yang sama meski dengan konteks berbeda. Langkah seperti ini memberikan ruang yang lebih besar kepada penafsir tanpa harus meninggalkan teks-teks suci. Tulisan ini akan melihat asumsi-asumsi tafsir maudhui secara sederhana lalu membandingkannya dengan asumsi-asumsi yang ada dalam hermeneutika secara umum. Hal ini dilakukan untuk memahami posisi tafsir maudhui di tengah cara-cara penafsiran yang lain.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | SUHUF Jurnal Kajian Al-Quran dan Budaya : Jakarta., |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
eISSN:2548-6942
|
| Klasifikasi |
2x16.2.1M
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol 9 No 1 (2016)
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






