Detail Cantuman
Advanced SearchArtikel Jurnal
Analisis Historis Kemunculan dan Pelembagaan Ziyādat al-Thiqqah dalam Studi Hadis
Artikel ini meneliti asal-usul ziyâdat al-thiqqah dan pelembagaannya dalam studi hadis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum munculnya istilah ziyâdat al-thiqqah, istilah yang muncul pertama kali adalah thiqqah. Istilah ziyâdat al-thiqqah diinisiasi pertama kali oleh al-Bukhârî di pertengahan abad ketiga Hijriah dalam konteks narasi hadis. Secara khusus, mulanya ziyâdat al-thiqqah digunakan untuk menambahkan sanad. Tapi setelah menjalani proses panjang, istilah itu juga digunakan dalam matan yang mulai dilembagakan pada abad ketujuh Hijriah. Tujuan al-Bukhârî untuk memunculkan istilah itu adalah untuk menegaskan bahwa narator hanya menerima tambahan narator yang thiqqah. Ini juga merupakan bentuk antisipasi sehingga tidak akan ada pemalsuan tradisi Nabi. Dengan adanya ziyâdat al-thiqqah tentu memiliki pengaruh pada narasi hadis. Ada tiga bentuk implikasi ziyâdat al-thiqqah yang dibahas, yaitu rekonstruksi teori maqbûl dalam narasi hadis, penerimaan ziyâdat al-thiqqah sebagai bentuk variasi dari hadis dan matan, dan untuk mengonfirmasi keberadaan al-isnâd al-‘âlî dan al-isnâd al-nâzil.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith : Surabaya, Jawa Timur., |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
2502-6321
|
| Klasifikasi |
2x16.2.1Jun
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 7 No. 2 (2017)
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






