<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4013">
 <titleInfo>
  <title>OTORITAS POLITIK DALAM KODIFIKASI MUSHAF PADA MASA KHULAFĀ’ AL-RĀSYIDĪN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin || Muhammad Anshori</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banjarmasin</placeTerm>
   <publisher>Ushuluddin and Humanities Faculty of UIN Antasari Banjarmasin</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Tulisan ini berusaha mengeksplorasi sejarah kajian kodifikasi mushaf yang sampai sekarang masih menyisakan masalah. Beberapa pemikir Muslim meragukan otentisitas mushaf yang beredar sekarang, atau yang biasa disebut dengan Mushaf „Uṡmāni. Dalam sejarah Islam, al-Qur‟an pada masa Nabi Muhammad belum terkodifikasi seperti sekarang. Pada waktu itu, keragaman cara baca (qirā‟ah) sangat kaya sehingga banyak sahabat memiliki mushaf tersendiri. Tetapi pada masa „Uṡmān, mushaf hanya memiliki satu versi karena mushaf-mushaf yang lain “dimusnahkan”. Bahkan banyak mushaf yang dibakar pada masa itu, sehingga beberapa sahabat tidak menerima hal tersebut. Ini semua tidak akan terjadi tanpa ada yang melatar belakanginya, dan tentu ada kaitannya dengan otoritas politik khalifah saat itu sebagai pemegang tampuk kekuasaan. Lalu mengapa pada masa khulafā‟ al-rāsyidīn terjadi penyatuan mushaf? Apa alasan sang khalifah masa awal Islam menyatukan mushaf dan membakar mushaf-mushaf sahabat yang lain? Dengan pendekatan sejarah dan metode analitis-kritis, tulisan ini berusaha mengkaji secara mendalam latar belakang atau motif penyatuan mushaf dan pembakaran mushaf sahabat yang lain. Selain itu, tulisan ini juga akan memaparkan secara singkat tentang beberapa mushaf sahabat yang terkenal dalam sejarah al-Qur‟an. Mereka adalah „Alī bin Abū Ṭālib (w. 40 H), Ibn Mas‟ūd (w. 32 H), dan Ubay bin Ka‟ab (w. 21/22 H).</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<classification>2x16.2.1Jun</classification>
<identifier type="isbn">25493752</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
 <shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
 <slims:digital_item id="1830" url="https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ushuluddin/article/view/3188" path="/3188-9357-1-PB.pdf" mimetype="application/pdf">artikel PDF</slims:digital_item>
</slims:digitals>
<slims:image>jurnal_ilmiah_ilmu_ushuluddin_1.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>4013</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-03 11:37:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-03 21:39:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>