Detail Cantuman
Advanced SearchArtikel Jurnal
SUNNAH DAN KEDUDUKAN MUHAMMAD DALAM PANDANGAN MUHAMMAD SYAḤRŪR
Artikel ini membahas pemahaman kontekstualis tentang sunnah atau hadis. Salah satu pemikir Muslim kontemporer yang
dipelajari oleh sarjana muslim adalah Muḥammad Syaḥrūr. Menurut Syaḥrūr, sunnah adalah ijtihad awal Muhammad untuk
mengatasi masalah yang ada pada saat itu, sehingga harus dinamis. Di antara pemikiran Syaḥrūr yang menarik adalah
pembagian konsep ketaatan dan posisi Muhammad. Ada dua bentuk ketaatan kepada Muhammad: ketaatan yang tidak berhubungan langsung dengan Allah (al-thā'ah al-munfashilah) dan langsung terkait dengan Allah (al-tha'ah al-muttashilah). Dalam memeriksa hadits Nabi, Syaḥrūr tidak mengerti secara tekstualitas, tetapi ia mempelajari posisi Muhammad ketika hadis tersebut diucapkan. Dia membagi posisi Muhammad menjadi tiga poins; sebagai manusia, Nabi, dan Rasul. Hadis atau Sunah akan berlaku secara universal ketika Muhammad didasarkan sebagai seorang Rasul. Pemahaman Syaḥrūr tentang sebuah hadits adalah sangat manusiawi karena ia tidak diarahkan untuk mempelajari sanad, tetapi lebih kepada hadits matan.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | Ushuluddin and Humanities Faculty of UIN Antasari Banjarmasin : Banjarmasin., |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
25493752
|
| Klasifikasi |
2x16.2.1Jun
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol.17, No. 2, 2018
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






