<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4109">
 <titleInfo>
  <title>MEMAHAMI HIJRAH DALAM REALITAS ALQURAN DAN HADIS NABI MUHAMMAD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jurnal Living Hadis ||  Syarif; Saifuddin Zuhri Qudsy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">YOGYAKARTA</placeTerm>
   <publisher>Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini akan menjelaskan hijrah sebagai tren istilah ditinjau dari aspek normativitas Islam. Akar historis peristiwa hijrah hingga menjadi fenomena masa kini berawal dari keterangan hijrah yang diabadikan dalam Alquran. Selain itu, Hadis Nabi saw. berkedudukan menjelaskan peristiwa bersejarah tersebut secara komprehensif akan menjadi sumber informasi kedua. &#13;
&#13;
Dengan pendekatan deskriptif analisis yang datanya dikumpulkan dari literatur tafsir dan hadis, tulisan ini akan berturut-turut mengupas mulai dari uraian terminologi hijrah berdasarkan sudut pandang linguistik, dilanjutkan dengan keterangan para ulama dalam bentuk uraian tafsir dan syarah. &#13;
&#13;
Penulis berkesimpulan secara umum tidak ada makna dan praktik hijrah dengan argumen “transformasi pola hidup dari arah negatif menuju ke arah positif tanpa disertai dengan migrasi secara fisik lalu melakukan labeling individu atau komunitas sebagai kaum Muhājirīn”.Akan tetapi sebagian ulama memberikan penjelasan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai migrasi teritorial tetapi juga dapat bermakna metafor yakni hijrah batin dan lahir. Tokoh yang paling getol menegaskan dengan terminologi tersebut adalah Sayyid Qutub pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin. Atas pembacaannya terhadap makna hijrah dalam Alquran, kemudian muncul berbagai gerakan dan kampanye “islamis” mengenai hijrah ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>2x16.2.1Jun</classification>
 <identifier type="isbn">25287567</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1934" url="http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/2021" path="/2021-4825-2-PB.pdf" mimetype="application/pdf">artikel PDF</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>living_hadis_1.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4109</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-16 11:34:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-04 14:09:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>