<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4254">
 <titleInfo>
  <title>Tren-Tren Wacana Studi Al-Qur’an dalam Pandangan Orientalis di Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NUN “Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Indonesia II Muhammad Anshori</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Asosiasi Ilmu alQuran dan Tafsir (AIAT) Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini membahas tentang sejarah atau tren kajian Al-Qur’an di Barat secara umum yang sampai sekarang masih berkembang. Ada tiga fokus pembahasan dalam tulisan ini, yaitu: sejarah penerjemahan al-Qur’an, pengaruh Yahudi-Kristen terhadap al-Qur’an, dan kajian kritis terhadap al-Qur’an. Sebelum membahas hal tersebut, tulisan ini juga membahas sedikit tentang mushaf ‘Uṡmānī atau yang sekarang disebut al-Qur’an. Awal mula studi Al-Qur’an di Barat dimulai dengan penerjemahan, kemudian berkembang menjadi studi kritis terhadap Al-Qur’an itu sendiri. Terjemahan Al-Qur’an pertama dilakukan oleh Peter the Venerable dan Abbot of Cluny ke dalam bahasa Latin. Terjemahan ini kemudian disempurnakan oleh Robert of Ketton pada tahun 1143. Setelah selesai diterjemahkan baru kemudian diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1543 M. Setelah munculnya terjemahan ini, baru kemudian disusul dengan terjemahan lainnya ke dalam berbagai bahasa. Kajian terhadap Al-Qur’an mulai menarik perhatian di Barat ketika Theodor Nӧldeke menulis buku sejarah Al-Qur’an (Geschichte des Qorāns/Tārīkh al-Qur’ān, The History of The Qur’an). Sebagian sarjana Barat mengatakan bahwa Al-Qur’an sudah dipengaruhi oleh tradisi Yahudi-Kristen sehingga memiliki beberapa kesamaan. Beberapa sarjana Barat juga melakukan studi kritis terhadap al-Qur’an, bahkan ada yang ingin membuat Al-Qur’an versi lain. Pandangan-pandangan sarjana Barat yang “nyeleneh” sudah dibantah oleh sarjana-sarjana Muslim sendiri. Bisa dikatakan bahwa tulisan ini membahas tentang pandangan orientalis terhadap al-Qur’an.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>2x16.2.1JUL</classification>
 <identifier type="isbn">25812254</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
  <shelfLocator>2x16.2.1JUL</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2090" url="https://ejournal.aiat.or.id/index.php/nun/article/view/35" path="/35-59-1-SM.pdf" mimetype="application/pdf">artikel PDF</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>COVER_Nun.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4254</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-15 10:57:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-15 10:57:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>