Image of Menelaah Teori Anti-Sinonimitas Bintu Al-Syathi’ sebagai Kritik terhadap Digital Literate Muslims Generation

Artikel Jurnal

Menelaah Teori Anti-Sinonimitas Bintu Al-Syathi’ sebagai Kritik terhadap Digital Literate Muslims Generation



Keleluasaan dalam penggunaan media digital sebagai buah dari gencarnya era globalisasi adalah sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari saat ini. Fenomena itu juga berimplikasi pada ranah agama dimana banyaknya pembuatan aplikasi-aplikasi
al-Qur’an dan terjemah yang disebut sebagai new mushaf. Adanya new mushaf ini, juga berdampak pada terbentuknya sebuah generasi muslim baru yang oleh Muhammad Sahal Sobirin disebut dengan Digital Literate Muslims Generation, sebuah generasi muslim yang bergantung pada penggunaan aplikasi al-Qur’an dan terjemahan. Demi merespon fenomena tersebut, artikel ini disusun dengan menekankan aspek i’jazal-Qur’an berdasarkan teori la taradufa fi al-Qur’an dalam perspektif Aisyah Abdur Rahman bintu Syathi’, sebagai peneguhan akan kompleksitas pesan ilahiyah al-Qur’an yang tak
akan mampu digapai hanya dengan memahami terjemahan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x16.2.1(Oct)
Penerbit Faculty of Ushuluddin, Adab, and Humanities, IAIN Salatiga : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2540-9964
Klasifikasi
2x16.2.1(Oct)
Tipe Isi
-
Tipe Media
Text PDF
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol 3, No 2 (2018)
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this