<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4923">
 <titleInfo>
  <title>Harmonisasi Antar Umat Beragama Dalam Negara Multi Agama Dalam Perspektif Al-Quran</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam || Abdul Muqit</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Kediri Jawa Timur</placeTerm>
   <publisher>IAI Faqih Asyari Kediri</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Intoleransi dalam beragama di Indonesia masih kerap terjadi, mereka yang intoleran  menganggap  orang  yang  tidak  seagama  sebagai  orang  tidak  boleh  di berlakukan  dengan  baik  bahkan    ada  sebagian  yang  menganggap  orang  yang tidak seagama sebagai musuh Islam  yang harus di perangi. Banyak faktor yang menyebabkan  intoleransi  di  negeri  ini,  di  antaranya: &#13;
&#13;
Pertama, Faktor  politik,  banyak  politikus  yang  memakai  agama  sebagai  kendaraan  kampanye  mereka, mulai menakut-nakuti konstuennya hingga mengadudomba antar umat beragama yang tujuannya hanya untuk memenangan calon mereka.&#13;
&#13;
Kedua, Paham keagamaan yang di adobsi dari negara lain yang tidak revan dengan kondisi Indonesia. Orang seperti ini tidak bisa membedakan mana budaya dan  mana  ajaran  agama  sehingga  mereka  kerap  mencampurkan  adukan  antar budaya  dan  agama  serta  menganggap  budaya  sebagai  ajaran  agama; &#13;
&#13;
Ketiga, Orang sangat militan dalam bergama namun pengetahuan agamanya minim. Ciri orang seperti mereka baru mengetahui sedikit tentang Islam namun mereka sudah kerap  berdakwah  dan  mengisi  berbagai  kajian  Islam  mereka  membabi  buta terhadap  apa  yang  mereka  sampaikan  yang  penting  benar  menurut  mereka walaupun salah dalam pandangan Islam</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pemikiran Islam</topic>
 </subject>
 <classification>2x16.2.1 (feb2021)</classification>
 <identifier type="isbn">27230422</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR’AN Literatur Tafsir dan Studi - Studi Al - Quran</physicalLocation>
  <shelfLocator>2x16.2.1 (feb2021)</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2745" url="https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna/article/view/94" path="/94-Article Text-274-1-10-20200725.pdf" mimetype="application/pdf">artikel PDF</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Ta%2527wiluna.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4923</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-03 10:58:30</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-19 20:16:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>