Detail Cantuman
Advanced SearchArtikel Jurnal
Beragam Ekspresi Mushaf Qur’an Qur’anic Studies di Era “Muslim Tanpa Masjid”
Otoritas Islam sedang mengalami pergeseran. Berdasarkan pengamatan Bryan S. Turner (2007) dan Greg Fealy (2007), otoritas-otoritas tradisional Islam mulai tergantikan oleh new media ‗media baru‘. Kuntowijoyo (2001) menyebut fenomena ini sebagai era ―Muslim tanpa Masjid‖. Untuk belajar Qur‘an, seorang muslim tidak perlu lagi pergi ke pesantren atau kiai; cukup hidupkan televisi untuk menyimak ceramah sang ustadz; atau membeli e-pen untuk mendengarkan seorang imam melantunkan ayat suci. Makalah riset ini berupaya menganalisis salah satu tren fenomena di atas, dengan memfokuskan studi pada kemunculan variasi mushaf Qur‘an. Berdasarkan survei awal,
mushaf Qur‘an di Indonesia mengalami perkembangan luar biasa. Sebagai contoh, kita dapat menemui di toko-toko buku adanya Qur’an for Women, E-Pen Reading Qur’an, I Love Qur’an, Pocket Qur’an for Mobile Phone, dan Digital Qur’an. Pertanyaan utama riset ini adalah bagaimana visualisasi mushaf-mushaf Qur‘an tersebut? Dengan
menganalisis visualisasi mushaf Qur‘an ini, kita dapat memahami ekspresi-ekspresi otoritas baru dalam memahami Qur‘an.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1.6
|
| Penerbit | Proceding International Conference on Qur’anic Studies Centre of Qur’anic Studies (PSQ) : Ciputat, Tangerang Selatan., 2014 |
| Deskripsi Fisik |
19 Hal
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
Text PDF
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






