Image of PERTAUTAN ANTARA READER, TEXT, DAN AUTHOR DALAM MEMAHAMI NASH

Artikel Jurnal

PERTAUTAN ANTARA READER, TEXT, DAN AUTHOR DALAM MEMAHAMI NASH



Dalam proses pemahamam nash agama, reader (pembaca), text (teks), dan author (pengarang) merupakan ketiga unsur yang satu sama lain tidak terpisahkan dan atau saling berkaitan. Memisahkan diantara ketiganya dapat menimbulkan sikap ototriarianisme dalam memahami makna nash. Sikap otoritarianisme adalah tindakan kesewenang-wenangan dalam memahami makna nash sehingga tidak jarang menganggap pemahamannya yang paling benar. Untuk mnghindarkan sikap otoritarianisme tersebut, menurut Khaled hendaknya dibangun proses negosiasi (negotiating prosses) antara ketiganya(reader, text, dan author) sehinggamasing-masing tidak saling mendominasi dalam proses penetapan makna nash.Dengan kata lain, penetapan makna berasal dari proses yang kompleks, interaktif, dinamis dan dialektis antara ketiga unsur tersebut (text, author, dan reader).Selain itu, untuk membendung, mencegah dan menghindarkan diri, kelompok, dan organisasi-organisasi keagamaan dari sikap otoritarianisme dalam penetapan makna nash agama, Khaled juga mengajukan lima prasayat, yaitu kejujuran, pengendalian diri, kesungguhan, kemenyeluruhan, dan rasionalitas.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir : IAIN Purwokerto.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2549-9971
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
/ Vol 2 No 2 (2017)
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this