Image of Relevansi Diskursus Kesetaraan Jender Pada Pemikir Muslim Indonesia di Era Post-Reformasi

Artikel Jurnal

Relevansi Diskursus Kesetaraan Jender Pada Pemikir Muslim Indonesia di Era Post-Reformasi



Artikel ini akan mengurai pembacaan ulang terhadap ayat-ayat al-Qur’an tentang kesetaraan jender yang masih dipahami secara bias jender, terutama bias terhadap perempuan. Penulis melihat masih banyak perilaku maupun pemikiran yang mengarah ke bias jender, terutama mendiskriditkan perempuan. Pembacaan ulang terhadap doktrin agama Islam, terutama terhadap al-Qur’an dilengkapi dengan hadis penting dilakukan sebagai pengimbangan pemahaman yang bias jender, terutama yang tertuang dalam teks-teks keagamaan klasik. Simpulan artikel ini mempertegas bahwa Islam mengakui adanya kesetaraan jender antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam hal peran dan ranah publik. Laki-laki dan perempuan memiliki peluang dan potensi yang sama sebagai khalifah di bumi yang mengatur dan mengolah sumber daya bumi. Hanya aspek spiritual (ketakwaan) yang membedakan keduanya sebagai manusia di hadapan Allah swt.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x16.2.1(Sept)
Penerbit Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2502-7530
Klasifikasi
2x16.2.1(Sept)
Tipe Isi
-
Tipe Media
Text PDF
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol 6, No 2, 2019
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this